Kuajak dirimu melangkah dengan dengan selalu mengiringi hari demi hari dengan kalimat yg akrab dengan kita ini. Kita mulai dari akhir sebagai awal. Akhir hidup kita didunia adalah awal kehidupan abadi kita di akhirat.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Kita perlu ta’ziah agar hati tergugah. Rajin melayat setiap saat. Aktif melawat di banyak tempat. Tapi ingat, jangan ngelayap di sembarang tempat. Sebab kematian bisa bisa menyergap dimana-mana, bisa terjadi kapan saja.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Kematian adalah sinyal. Sinyal agar kita sadar. Sinyal agar tidak terus-terusan sial. Karenanya, hari ini kita mesti banyak melayat dan istighfar, supaya kita bisa menghidupkan sinyal-sinyal rabbani, simpul-simpul hati, kepekaan nurani dan kepedulian terhadap apa yg terjadi. Kita ta’ziah bukan saja pada orang mati tapi pada orang hidup tap “hatinya telah mati”. Pada orang yg tak menggunakan waktu untuk kebaikan, untuk dakwah, untuk ibadah. Mereka itu menurut Imam Syafi’i perlu ditakbirkan empat kali alias perlu disholati jenazah. Apakah termasuk kita..??!!!
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Betapa banyak orang tak mengerti dan tak peduli akan hakikat ini. Menganggap dirinya masih punya cukup waktu sehingga mengulur-ulur tugas, menunda-nunda pekerjaan, melambat-lambatkan amanat, menyia-nyiakan kesempatan, membuang-buang energi untuk perbuatan tak terpuji dan memubadzirkan potensi sepanjang hari.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Bangun kesadaran diri, jangan mabuk duniawi, tetaplah bersyukur dan jauhi perkataan yg ngelantur, pandangan yg kabur, pikiran dan nalar yg ngawur, ngga teratur, agar kita selamat saat masuk kubur.
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ • حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur”
اللهم أجرني من النار … اللهم أجرني من النار
Salaam,,,,